Monday, February 11, 2013

Us, Our Life and Funny Memories ...



Tanggal 25 november 2011 kemarin adalah salah satu momen spesial buat saya dan teman-teman gila saya. Hehe. Gimana nggak, salah satu dari kami akhirnya menuju pelaminan dengan calonnya. Hehe. Rasanya amazing mendapati kalo salah satu dari kami akhirnya melangkah ke jenjang pernikahan. Karena yang biasanya bercanda bareng, ketawa-ketiwi bareng, nyontek bareng, sedih barengan juga, sampe ke toilet kampus juga bareng-bareng. Hehe. Iyaa, semuanya bareng-bareng kecuali pipis. Hihiii.

Kaaaan, ini aja di toilet... :D

Dari 10 orang diantara kami, cuma mami yang sudah menikah dan punya 2 anak dan sekarang sedang dalam proses menghasilkan anak ketiga. Hehe (Semoga anak ketiganya laki-laki ya mi, biar lengkap kebahagiaannya.. :) ). Dan tanggal 25 november kemarin antrian kedua udah nyusul, Enggar & Didit. Enggar yang biasa kami panggil Uni ini, karena orang Padang tentunya. Hehe. Lalu muncul pertanyaan diantara kami, setelah uni, siapa antrian selanjutnya yang bakalan nyusul. 

Apakah cumi & jo? ijah & ucup? Bule & Dodo? Sapi & Iam? Tuyul & Edoy? Tarjo & Ody? Fatime kah? Hehe. Hmm, sepertinya saya tau selanjutnya siapa? Hehehehe. Yah pokoknya siapa duluan yang nyusul mudah-mudahan itulah jodohnya. :D, Siapa hayooo? 
Amazing, itu lah perasaan saya.
Pernikahan merupakan ikatan yang amat suci dimana dua insan yang berlainan jenis dapat hidup bersama dengan direstui agama, kerabat, dan masyarakat. Karena menuju suatu jenjang pernikahan untuk membangun suatu rumah tangga adalah sesuatu yang serius yang penuh dengan komitmen dan dilandasi dengan rasa kepercayaan serta kejujuran. Suatu keadaan dimana kita dituntut untuk lebih dewasa dan bertanggung jawab atas sebuah keluarga yang akan menjadi rumah masa depan kita. Menyatukan dua pemikiran dan dua hati itu nggak semudah keliatannya. Ya, perlu rasa memahami yang baik tanpa mendahulukan ego dan prasangka buruk. 
Membangun rumah tangga adalah suatu babak kehidupan dimana kita bisa menyempurnakan sebagian dari agama kita. Menjadikannya ladang pahala dan sumber ketakwaan kita kepada Allah. Meneruskan keturunan, dan bertanggung jawab untuk mendidiknya agar menjadi seseorang yang bisa kita banggakan dan membawa kita kepada ketentraman.

Uni, semoga rumah tangganya menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warohmah ya... Semoga Uni bisa menjadi istri yang baik, ibu yang luar biasa dan kakak yang selalu bisa menjadi panutan untuk adik-adiknya. Semoga bisa mendapatkan anak-anak yang soleh dan solehah yang bisa mendoakan setiap langkah Uni, anak-anak yang selalu berbakti pada kedua orangtuanya, anak-anak yang bisa menjadi sumber kebahagiaan dunia dan akhirat serta anak-anak yang bisa menjadi kebanggaan kalian. Amiiin. Ditunggu yaa, keponakan pertama kami. Hihi.



Nggak nyangka aja, setelah melalui 3 tahun yang melelahkan demi dapet selembar ijazah, masing-masing dari kami sekarang pelan-pelan akan menuju ke tingkat kehidupan yang lainnya. Nggak pernah terpikirkan dalam pikiran saya suatu hal yang subhanallah "sesuatu", hehe. Terbayang sih iya, tapi terpikirkan belum. Yaa, dan setelah 3 tahun ini adalah momen-momen berharga dalam satu perjalanan hidup saya yang paling menarik, paling berwarna dan paling berkesan. Semua kebersamaan kami, gelak tawa dan olok-olokan kami, serta seribu cerita lain yang rasanya nggak akan pernah hilang dari ingatan saya. Karena apa? Karena nggak ada temen2 yang paling aneh dan bermacam-macam tabiat, sifat dan kelakuan seperti temen2 saya yang saya dapetin sekarang ini. Ditambah lagi berbagai pose foto-foto yang selalu kami abadikan untuk selalu mengenang kebersamaan ini. Hehe.

Ini waktu ngegembel di Pamulang.. Hehe.

Dan tanggal 20 nanti adalah momen yang paling kami tunggu selanjutnya. Saat usaha dan perjuangan kami terbayarkan sudah. Saat kami bisa melihat kebanggaan dan kebahagiaan yang akan terpancar dari wajah kedua orang tua kami, keluarga kami, orang-orang terkasih kami yang selalu mendukung apapun keputusan kami, yang selalu memberikan nasehat-nasehatnya, yang selalu memberikan semangat untuk bisa melewati apapun ujian yang kami dapatkan selama kami memutuskan suatu hal. Momen dimana kami bisa memberikan satu senyuman untuk orang-orang yang menyayangi kami dan kami sayangi. Walaupun hanya satu senyuman, tapi sangat besar artinya mengingat bukan hanya kami yang berjuang, tapi juga orang-orang yang telah mensupport adalah bagian dari perjuangan kami. hehe.

Semoga kebersamaan ini akan selalu terjaga sampai kami berada di tingkat kehidupan kami selanjutnya. Dimana kami sudah memiliki kehidupan masing-masing. Dimana kami sudah memiliki tanggung jawab yang lebih besar daripada ini, dimana kami sudah mengerti artinya kehidupan dengan lebih bijak. Ya, semoga...
Amiiin.



Cheers,

Lina.

0 comments:

Post a Comment

 

Blog Template by BloggerCandy.com