Sahabat, Persahabatan, Bahagia, dan Kepingan Waktu...
Saling mengerti dan memahami dalam persahabatan itu nggak mudah. Banyak perbedaan dan tingkat keras kepala masing2 adalah warna. Warna dalam persahabatan yang terkadang meleburkan kebahagiaan menjadi hitam. Menjadi satu adalah bagaimana kita peka dengan apa yang dialami satu sama lain. Merangkul saat tersandung dan mengulurkan tangan untuk membantunya berdiri saat terjatuh. Berbagi, mungkin tak segala hal. Bukan hanya kesedihan dan kepedihan yang mengganjal tapi juga kebahagiaan, tanpa imbalan.
Karena persahabatan adalah ikatan sederhana yang simpulnya terletak didalam hati.
Seiring dengan waktu yang menjaga ikatan persahabatan menjadi sesuatu yang lebih dewasa, saat kita bisa berpijak diatas kaki masing-masing. Terkadang kesal dan iri mungkin benci bercampur jadi satu. Tapi saat kita mengingat bagaimana sulitnya menjaga apa yang telah kita raih, semua itu hilang. Karena kesal, benci dan iri hadir ketika kita lengah menjaga ruang hati. Saat lelah dengan apa yang menimpa hidup kita. Ya, saat lelah apapun menjadi hitam.
Karena persahabatan adalah rangkaian cerita dalam perjalanan kita mencari makna.
Bertemu dengan kalian adalah satu kisah yang aku harap tak akan pernah usai. Walaupun terkadang menyebalkan satu sama lain, kisah ini tak akan terbayar oleh apapun. Menjadi bagian dari kalian, adalah bagian yang terlalu penting untuk terhapus dari ingatan waktu. Berbagi kebahagiaan, kesedihan, atau bahkan rahasia dan tujuan masa depan.
Terima kasih untuk kebahagiaan yang telah kalian bagi dalam kepingan jalanku.
Dina, Devi, Irna...
Glad to have you all
Thanks untuk kejutannya setelah sukses bikin gw naik darah...
I'm Happy.
Love,
Lina

0 comments:
Post a Comment